Starcom Sc2000 User Manual
Suicom SH-135 Radio ini secara tidak terencana saya beli ketika saya akan ada acara family gathering di kantor, yaitu camping di alam terbuka. Karena saya hanya memiliki sebuah HT, maka saya perlu membeli satu buah lagi biar bisa ber-QSO di alam terbuka bersama keluarga. Saya beli dalam kondisi baru di Pasar Cikapundung dengan harga Rp. 600 Ribu saja. Saat ini HT 2M atau 70Cm dijual sangat murah sekali, kebanyakan made in China. Baik beberapa feature yang telah saya rasakan adalah sebagai berikut:.
Blog Download. Starcom Sc2000 User Manual. Gimana caranya agar kembali ke frekuensi & klo punya manual booknya pak STARCOM SC2000. View and Download Epson SC-F2000 Series user manual online. SC-F2000 Series Printer pdf manual download.
Range Frekuensi = 137 – 175 MHz mode FM (bisa TX dan RX di range tersebut). Split Frekuensi = Bisa (Transmit dan Receive berbeda, dan step sangat kecil, sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan dengan frekuensi repeater yang biasanya aneh-aneh). Kepekaan Penerimaan = Cukup peka, bahkan dengan hanya antena rubber duck penerimaanya mendekati IC-2200H. Kualitas modulasi penerimaan bagus, midlle (tidak terlalu treable). Kualitas TX = sesuai laporan rekan, suara cukup bagus namun pada saat berbicara harus agak dekat dengan mic. Socket antenna = SMA (susah untuk dikonek dengan antenna Outdoor).
Jarak Jangkauan = Terjauh yang saya pakai dengan lawan menggunakan Alinco DR-135 adalah sekitar 6 Km dengan antena rubber duck bawaan. Power Output = Bisa diset 2 mode yaitu Low dan High.
Searching = Manual dan Otomatis. Memory = Cukup banyak, OK punya. Warna LCD = Bisa diganti menjadi 3 pilihan, Orange, Biru dan Hijau. Aku suka biru Secara umum aku sangat puas dengan performasi dan features dari HT murah ini.
Saya pernah melihat suatu event organizer juga menggunakan HT ini untuk koordinasi team-nya. Oh ya, satu lagi daya tahan battery untuk RX bisa hampir 1 minggu mantap Man! Dear OM Fikri Benar brochure Suicom ini agak susah dicari di NET, tadi kucoba untuk mencari via Mr.
Google dengan hasil nihil. Seingat saya battery-nya menggunakan 7.5 Volt. Nah kalau masalah endurance (ketahanan) saya tidak bisa komentar, sebab HT saya-pun jarang saya pakai, mungkin pas ada keperluan jalan-jalan bawa beberapa mobil dengan Saudara, baru saya bawa. Kalau digunakan oleh Instansi, menurut saya konsideran utama adalah endurance, kemudahan spare-part, kemudahan operasionalnya, tentu tidak begitu “price sensitive” kan? Hehehe Sekali lagi, saya tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk itu. Saya pernah melihat Petugas beberapa instansi (Event Organizer dan Instansi Pemerintah) menggunakan jenis HT ini. Namun, bila dipergunakan untuk “Hobby dan Rumah Tangga” yang notabene sangat “Price Sensitive” saya kira masih resonable!
Thanks for your visit Best Regards YD1CHS. Dear OM Syamsul Benar OM, Suicom produk dari China, kebetulan dalam box penyertanya tidak ada informasi tentang dealer atau pusat service-nya. Waktu saya membelinya, tidak ada garansi baik dari toko maupun dari Suicom, saya pikir waktu itu wajar, sebab harganya juga sangat murah. Seingatkan, di NET kita bisa temukan penawaran dengan harga dibawah setengah jeti hehehe Kalau spare part sebatas battery, di toko-toko/ kios-kios radio amatir di Pasar Cikapundung ada. Kalau, charger saya belum pernah menanyakan. Kalau spare part jeroan, wah saya nggak tahu banyak ya, namun saya pernah melihat salah satu rekan lokal saya yang pinter ngoprek pesawat 2M, ia pernah mengganti final HT ini, dan spare partnya ada di pasaran. Demikian OM Syamsul, maaf bila info saya sangat minim Regards YD1CHS.
Dear OM “baligraf” Walaupun HT ini cukup murah, namun saya cukup salut dengan featurenya. Saya pernah mengalami menggunakan HT merek lain (milik saya), dan pernah saya gunakan untuk masuk ke frekuensi lokal kota tersebut, ternyata di kota tersebut tersedia repeater yang menjangkau beberapa kota tetangga. Dengan HT tersebut saya coba untuk masuk, HT tersebut bisa diprogram untuk split frekuensi (TX & RX menggunakan frekuensi yang berbeda), namun unfortunatelly, HT tersebut dibatasi dengan spasi frek split yang genap, ganjil nggak bisa, namun SUICOM mampu mengatasi hal tersebut. No problem OM, saya ada manualnya, bila ada waktu nanti saya scan, dan kukirim ke email anda (but, please jangan ditarget yaa waktunya hehehe). Karena saya di Bandung jarang menggunakan split frekuensi (2M), jadi saya tidak ingat 100% settingnya. Have a nice day 73 de YD1CHS.
Dear OM Imam, Saya beli HT ini sekitar tahun 2007, masih dapat harga yang cukup mahal yaitu Rp.600 ribu, namun harga normal saat itu seharusnya hanya Rp.500 ribu, sebab beberapa hari kemudian saya menanyakan di beberapa kios di lokasi yang sama, harganya sepakat Rp. Informasi ini adalah harga saat itu di Pasar Cikapundung Bandung. Coba OM cari di NET, tawarannya menarik, namun biasanya minta beberapa unit sekaligus dalam sekali beli.
Kalau OM mencari saat ini pasti harganya lagi tinggi, US$ terhadap Rupiah masih cukup tinggi, dimana harga RAKOM mirip dengan komputer, sangat tinggi ketergantungannya dengan nilai tukar Rupiah. Sebagai tambahan informasi, salah satu Rekan amatir saya kemarin juga cerita bahwa harga RIG 2M IC-2200H saat ini di Glodok bisa mencapai kisaran 3 jeti, padahal pada awal tahun 2008 harganya cuman 1.8 jeti. So that, inilah kondisi ekonomi kita kita harus pandai memilih waktu kapan harus berinvestasi 😦 Demikian semoga informasinya bermanfaat Regards de YD1CHS. Dear OM Hardi Zaini di Dumai Riau, Salam kenal OM, sedikit komentar mengenai harga ya, say beli sudah agak lama, mungkin pengaruh dolar juga berperan disini. Kalau OM beli second dengan harga seperti itu, hehehe, mungkin mahal ya, tapi nggak papa, wong namanya sudah dibeli, yang penting penggunaannya sesuai prosedur (misal antenna matched yang diindikasikan dengan SWR yang OK. Dear OM Aris, Untuk membuat antenna dipole sangat sederhana OM, apalagi untuk konsusmsi 2M cukup mudah untuk dibuat karena ukurannya kecil, dan saya pernah membuat untuk keperluan mobile (bepergian).
Rumus Antenna Dipole: L (m) = 300. 0.95 / f (MHz) /4 L dalam meter adalah panjang masing-masing sisi, lihat ilustrasi dibawah: ——-oo——- —: radiator kiri dan kanan oo: feedpoint (balun RF choke) Rumus diatas muncul koreksi 0.95 atau 95% adalah perlambatan kecepatan rambat gelombang elektromagnetik pada seutas kawat (untuk factor 100% adalah kecepatan di free space). Balun RF Choke (dengan simbol “oo”) bisa dipakai atau tidak, sebab antenna dipole ini memiliki impedansi input hanpir 50 Ohm (sekitar 70-an Ohm), sehingga dengan mudah bisa diajust untuk matched dengan kabel coax RG-58A/u (52 Ohm) atau RG-8 (50 Ohm). Fungsi dari Balum RF Choke adalah sbb: 1. Sebagai perata arus dari saluran transmisi yang un-balanced ke radiator dipole yang balanced, sehingga pola radiasi akan sempurna. Tanpa menggunakan balun hanya efek perubahan pola radiasi saja yang akan dirasakan, namun impedansi input dan gain antenna tidak akan berubah. Memisahkan antara radiator antenna dengan saluran transmisi coax, sehingga sinyal RF akan melihat saluran coax kita bukan bagian dari antenna.
Antenna dipole ini walaupun sederhana, namun memiliki efisiensi dan gain yang cukup bagus, yaitu sekitar 2.1dBi (2.1 diatas penguatan antenna isotropik atau antenna titik). Merupakan antenna pengarah (directional), bila diposisikan pada polarisasi horisontal, namun juga bisa dijadikan sebagai antena omnidirectional bila diposisikan secara Vertical atau berdiri tegak. Karena kebanyakan AR 2M di Indonesia menggunakan polarisasi vertical, maka saya rekomendasi OM memposisikannya tegak, untuk mendapatkan hasil yang optimum. Cara termudah membuat antena dipole untuk 2M yaitu dengan membeli antenna telescopik (bisa dipanjang pendekkan) TV yang memiliki 2 radiator, harganya cuman 20 ribu perak. Namun jangan lupa untuk membuang balun yang ada di feedpoint-nya, OM bisa menggunakan balun 1:1 50 Ohm atau langsung solder ke Coax RG-58A/U atau RG-8, set panjang radiator sesuai dengan rumus diatas, lalu lakukan tuning dengan memanjang pendekkan kedua sisi-nya sampai diperoleh SWR terbaik. Ingat, bila OM melakukan tuning dibawah, maka pada saat dipasang diatas pasti ada sedikit perubahan SWR, hal ini karena pengaruh ground loss dan interaksi benda-benda yang ada disekitar antenna, bila memungkinkan lakukan re-tuning untuk hasil yang maksimal. Dan ingat, saat tuning set TX OM dengan output power yang kecil saja, yang penting bisa membuat jarum forward SWR meter bergerak full-deflected.
Selanjutnya untuk antenna pengarah, banyak sekali jenisnya, bisa Yagi, Quad, dll, namun disini akan saya sampaikan antenna Quad Beam – silakan merefer ditulisan saya di blog ini juga. Alasannya, pembuatan sangat sederhana dan probabilitas keberhasilannya sangat tinggi, serta memiliki gain atau efisiensi yang sangat besar.
Konstruksinya bisa dilihat pada diagram dibawah ini. ———- o o ———- (a – polarisasi vertical) ———- —-oo—- (b – polarisasi horicontal) Rumus panjang kawal keseluruhan adalah: L (m) = 300. 0.95 / f (MHz) Dibuat dari kawat email atau kawat listrik sepanjang 1 lambda (panjang gelombang), boleh serabut boleh tunggal, namun saya rekomendasikan yang tunggal saja. Dibuat menjadi bentuk bujur sangkar, bila feedpoint ditaruh di pinggir kiri atau kanan maka memiliki polarisasi vertical, dan bila ditempatkan diatas atau bawah memiliki polarisasi horisontal. Karena impedansi antenna ini mendekati 50 Ohm, maka bisa langsung difeed tanpa balun, namun bila anda menggunakan balun akan lebih bagus, efeknya persis dengan yang telah saya jelaskan diatas. Untuk keperluan tuning, sisakan beberapa cm pada titik terjauh dari feedpoint (berhadap-hadapan dengan feedpoint) kucir, sehingga dengan jepit buaya kita bisa memanjang pendekkan total panjang radiator antenna ini.
Dengan 1 quad saja akan diperoleh gain sekitar 4dBi atau hampir setara dengan antenna Yagi 2 element. Untuk meningkatkan gain, bisa ditambahkan reflector dengan bentuk yang sama, namun panjang keseluruhan radiator adalah 5% dari panjang radiator driven. Berbeda dengan Yagi, untuk Quad element kedua adalah Reflector, sehingga radiasi utama (mainlobe) akan mengarah didepan driven.
Demikian OM semoga memberikan pencerahan. Regards YD1CHS.
Om,tau cara ngtasi suicom SH 135.skrg tampilan di displaynya”NO PRO” tlg di email ya:zalr2m61@yahoo.com trims,salam dr rekan di aceh. Waah ini problem yg sama dg saya, Suicom 135 yg keluaran baru (Kebetulan abis beli 4 buat kantor), 3 biji sudah sering error Direset full hasilnya menjadi NO PRO atau display menjadi UHF.
Dengan program Puxing bisa dimasukkan data VHF tetapi kalau unitnya dihidupkan tetap NO PRO. Kalau dimasukkan data UHF bisa terbaca tetapi tetap tidak bisa digunakan. Sama temen diganti EEPROMnya baru bisa, analisa sementara katanya sih kalau yg model baru jika powernya low trus dipakai transmit memory suka hang. Saran sih pikirkan kembali kalo ada temen yg mau beli Suicom yg keluaran baru untuk dipertimbangkan kembali. Smoga bermanfaat Salam. Dear OM Sabila, Syukur kiriman bisa nyampe untuk yang bekerja di VHF atau UHF, sejauh yang saya tahu Suicom memiliki produk yang berbeda, kalau untuk VHF adalah SH-135 sedangkan untuk UHF adalah SH-430. Angka 135 diambil dari frekuensi awal yaitu 135MHz (VHF – 2m), sementara angka 430 diambil dari frekuensi awal yaitu 430MHz (UHF – 70cm).
Walaupun kita beli SH-135 atau SH-430 manual book yang diberikan adalah SH135/430, cara pengoperasian keduanya sama persis, cuman frekuensinya saja yang berbeda. IMHO, seperti dengan mereset SH-135 tidak akan dapat diubah ke UHF demikian sebaliknya untuk SH-430. Have a nice day YD1CHS. Dear OM Gelar Ramdhani, Seingat saya masih OM, banyak dijual di Cikapundung LT-2 jejeran kios sebelah kiri kalau dari portal parkir. Sebab kalau sebelah kanan hanya jualan amplifier. Soal harga, saya perlu cerita kira-kira 3 minggu yang lalu (Jul 09) saya jalan-jalan ke salah satu kios, kebetulan ada yang sedang membeli HT tersebut, saya akhirnya pura-pura ngeliat-liat sambil nguping, rupanya sekarang HT tersebut dijual (tawaran) Rp.750.000,- kalau ditawar bisa jadi kurang dari itu. Kalau untuk digunakan komunikasi intens, mending sedikit upgarde ambil yang merek lain OM, sebab dilengkapi juga dengan jeack battery external, jadi lebih OK, mereknya AO, seri sekian-sekian hehehe biar nggak dianggap promosi, harganya tanpa charger seingat saya masih dibawah sejuta OK have a nice hunting!
Software User Manual
Regards YD1CHS. Dear OM Hari, Squelch-nya apakah sudah diset paling bagus?
Pesawat ini squelch-nya diset secara digital, caranya ikuti langkah berikut: 1. Pada mode frekuensi/channel, tekan tombol “MENU” untuk masuk ke mode MENU 2. Tekan tombol “5 SQL” 3. Putar tombol fungsi diatas, atau tekan nomor 1-9, usahakan sampai statik noise mulai mati. Squelch fungsinya adalah memberikan threshold ke RX, bila sinyal level sebuah pemancar kurang dari threshold, maka switch RX akan dimatikan.
Bila selesai tekan “ENTER” 5. Untuk keluar dari mode MENU, tekan tombol “VFO/MR” Demikian semoga berhasil.
Regards YD1CHS. Mas, bisa ngasih saran ga?lagi nyari HT freq UHF budgetnya sih maksimal 750 rb, kualitas lumayan lah kang soalnya titipan ade yg gawe di militer(baru tau klo kudu nyari sendri2).sempet kliling bandung nyariin tp cuma dapet toko yang di Cikapundung. Klo boleh tau ada toko yang recomended ga??? Mas, bales via sms aja yah boleh ga coz ni hari trakhir di bandung euy, rencana mo beli skrang ke Cikapundungjadi nanya dulu, takut salah, takut dibo’ongin ma pedagangnya coz ga ngerti sama sekali ma HT ini.
Ditunggu kang jawabannya si: 28. Dear OM Gelar Ramdhani, Kalau dimana tempat membelinya, saya kira hampir disetiap kios RAKOM (Radio Komunikasi) bisa ditemukan. Sebagai contoh dibandung, OM bisa menemukannya di Kios-kios RAKOM LT-2 sayap kanan dari pintu masuk pasar. Kalau di Jaya Plaza, di beberapa kios Rakom dan Aksesoris mobil di LT-1, jajaran paling belakang dari pintu masuk (jalan raya A.
Namun, kalau dimana harga yang termurah, saya kurang tahu OM, coba searching di Internet, kalau nggak salah saya pernah baca, ada yang menawarkan discount khusus yang menarik untuk jumlah pembeliannya tertentu. Demikian, mohon maaf infonya kurang membantu OM. Regards Cholis – YD1CHS.
Yah akhirnya mo gmn lg Lha skrg cari Tr-nya aja dikota sy skrg sussah. (kata penjual udah pada diborong tkg service, mungkin bwt stok) Sbnrya udah ngira kalo mo lepas/pasang pke solder uap n timah pasta yg spt dipake tkg service HP, brhbg sy pnasran n tuh alat muahal jd cba cari solusi lain. Thanks deh OM Cholis udh meyakinkan @OM Dian. Khan udah ada Manualbook-nya. Ato klo gak slh inget tekan Menu, putar Rotary Dial kekiri 1x (cari menu “DIS” n masuk) ntar milih mode “MR” utk msuk memory mode, krn ada 3 pilihan (VFO, CH, n MR).
Dear All OMs, Mohon maaf saya sangat “lelet” atau “lambat” kali ini dalam meresponse semua response OMs. Thanks sudah masuk ke blog sederhana ini dan salam kenal. Untuk mempersingkat komentar saya langsung saya gabung disini @ All OMs: OK manual Suicom sudah terkirim ke email OMs, mudah-mudahan berguna dan makin optimal HT-nya xixixixi, namun demikian bila OMs masih membutuhkan manual + service manual Suicom dengan nama aslinya, yaitu PUXING silakan langsung surfing ke website PUXING, disana lengkap-kap dan gratis untuk didownload masak sih jual perangkat, manualnya di keep kan nggak lucu xixixixi @ OM YD8AWE: mantap nich callsign-nya salam kenal yaa OM.
Apakah SQL HT OM sudah dibuat kecil? Tombol MON pada dasarnya adalah men-disable SQL, sehingga HT dalam posisi menerima “RX” walaupun tidak ada signal yang masuk, dengan level melebihi threshold yang diatur oleh SQL. Coba dicek setting SQL-nya yaaa. Have a nice “ngoprek” dech Langkah sederhana settingnya adalah 1. Tekan tombol “Menu” 2. Tekan tombol “5/SQL” 3.
Atur level SQL dengan Rotary Dial diatas HT, makin besar nilai SQL maka makin “budheg” dan makin kecil maka makin “nggak budheg” HT-nya @ OM Rompas: weleh-weleh teman lama nich kumaha damang, salam buat teman dan keluarga OM Rompas di Surabaya sana kalau jenis battery Suicom kok nggak disebutin yaa di manual, saya nggak tahu yaa, namun saya “so far so good” tuch nge-charge battery Suicom kapanpun, nggak perlu nunggu habis xixixi OK, demikian dulu dan have a nice day Best Regards, Cholis Safrudin YD1CHS. Hello YD1CHS Saya Punya Kendala Ni Om Mohon Bantuannya?????? Selama ini saya banyak menjumpai Radio Jenis HT Maupun Rig Radio Motorola yang rata2 sudah ter PASSWORD maupun dari kalangan teman2 di amatir maupun non amatir.Mereka ingin merubah Channel (Freq) tpi diantara nya sdh ter PASSWORD Radio nya karena Mengisi ataw merubah frequensi di tempat lain,ternyata begitu selesai program mereka Password Radionya begitu ketempat saya lalu bingung untuk membukanya terkecuali kembali ke tempat asal mereka program,ada beberapa yg berhasil dan ada juga yg lebih banyak tdk berhasil membuka pASSWORDnya karena sdh terlalu banyak mempassword jadi lupa. Dengan kasus2 yg saya sampaikan, dimohon untuk info atw solusi cara mereset Password tersebut???
Kalaw Memang ada softwer nya tolong infonya kirim ke email saya om. Ditunggu Beritanya., 73,!!!!! YC7USM Samarinda Kali-Timur. Waah ini problem yg sama dg saya, Suicom 135 yg keluaran baru (Kebetulan abis beli 4 buat kantor), 3 biji sudah sering error Direset full hasilnya menjadi NO PRO atau display menjadi UHF. Dengan program Puxing bisa dimasukkan data VHF tetapi kalau unitnya dihidupkan tetap NO PRO. Kalau dimasukkan data UHF bisa terbaca tetapi tetap tidak bisa digunakan. Sama temen diganti EEPROMnya baru bisa, analisa sementara katanya sih kalau yg model baru jika powernya low trus dipakai transmit memory suka hang.

Saran sih pikirkan kembali kalo ada temen yg mau beli Suicom yg keluaran baru untuk dipertimbangkan kembali. Smoga bermanfaat Salam. Dear OM Budi, Ketika HT saya dikembalikan setelah dipinjam oleh POSKO PPM untuk musibah banjir Baleendah – Bandung, saya kemudian mengembalikan setting HT saya yang sebelumnya dengan mode Chanel ke Frequency, disampaing itu seluruh settingan yang ada di HT tersebut saya kembalikan ke posisi default pabrik, caranya adalah sebagai berikut (ingat seluruh memory frequency atau channel akan hilang): 1. Matikan HT 2.
Tekan tombol “MENU” sambil power dinyalakan, kemudian muncul pesan “RESET?” 3. Tekan tombol “ENTER”, kemudian keluar pesan “VFO?” 4. Dengan memutar tombol pencari frequency, pilih “FULL?” 5. Terakhir tekan tombol “ENTER” Matikan dan nyalakan kembali HT. NUMPANG BERBAGI OM SALAM BANDUNG Cara setting Suicom SH 135 bila freknya ada split/duplex 1. Tulis Frekwensi monitor / RX misal 151.525 2.
Pijit menu - enter 3. Putar ke menu S-D ( menu 19 ) - enter pilih sesuai alokasi +/- kl sudah - Enter lagi atau pijit VFO/MR untuk simpan di memori menu misal S-D + 4. Pijit T-CD ( Menu 18 ) untuk mencari Tone misal 100.0 5.
Pijit DIFF ( Menu 15 ) untuk split/duplex misal tulis 03.000 pijit enter atau VFO/MR 6. Kalau mau simpan di memori pijit MENU terus pijit VFO/MR pilih memori yg mau dipakai kemudian - Enter. Silakan dicoba kalau setelah melakukan setting program keluar dari menu maka pijit menu lagi terus enter dan pilih menu yg mau di setting. Om Cholis saya nitip tulisan ya.
Sh -135 cukup bagus kalo apalagi harganya yang lumayan terjangkau. Kebetulan saya punya 6 unit untuk berbagai kegiatan. Masalah yang pernah muncul pertama kali NO PRO yang sempat bikin jengkel. Dari hasil searching sana sini ternyata ada yang bisa mengatasi tanpa mengganti ic eeprom. Yang sekarang sering rusak di trafo charger mungkin terlalu panas kali ya. Bagi rekan 2 yang punya masalah sama silahkan baca di blog saya yd2lfn.wordpress.com mudah2an bisa membantu.
Malem om numpang berbagi lagiah SH-135 bila mengalami NO PRO ( ERROR ) Langkah-langkahnya sbb: 1. Nyalakan pesawat sambil pijit Moni + Menu ( Moni+Menu+ON ) 2. Dilayar akan uncul tampilan SELF 3. Pijit 5858 ( Di layar tidak terlihat ) 4.Tampilan dilayar akan muncul 400.040 5. Pijit lagi 136177 kemudian ENTER 6. Matikan pesawatnya. ON kan kembali pesawat untuk mengecek kalau2 masih NO PRO, kalau tidak muncul berarti sudah kembali ke Frekwensi VHF.
Kalau PUXING 777 pijitnya: 5588 bukan 5858 SEMOGA BRAZIL. Tidak INDIA LAGI ( Susah/ senang Nyanyi ). SH-135 bila mengalami NO PRO ( ERROR ) Langkah-langkahnya sbb: 1. Nyalakan pesawat sambil pijit Moni + Menu ( Moni+Menu+ON ) 2. Dilayar akan muncul tampilan SELF 3.
Pijit 5858 ( Di layar tidak terlihat ) 4.Tampilan dilayar akan muncul 400.040 5. Pijit lagi 136177 kemudian ENTER 6. Matikan pesawatnya.
ON kan kembali pesawat untuk mengecek kalau2 masih NO PRO, kalau tidak muncul berarti sudah kembali ke Frekwensi VHF. Lainnya: Untuk yg dilayar muncul channel langkahnya sbb: 1. Matikan perangkat. Nyalakan kembali sambil pijit enter ( ON + ENTER ) maka dilayar akan muncul frekwensi VHF, stardard 145.000 3. Kalau dilayar tetap channel kemungkinan besar pesawat telah di set menggunakan software komputer, mau tidak mau harus di reset dgn komputer juga biasanya ada biaya reset di toko yg menjual perangkat HT. SALAM BANDUNG.
Info terakhir harga baru di Bandung Rp. 600.000 di jogya dah nyampe 675.000 / per set. Dear OM Firman, Beberapa waktu yang lalu HT saya dipinjam oleh POSKO banjir Baleednah salah satu ormas, dan saat dikembalikan rupanya mode-nya dah berubah dari frequency ke channel persis kondisi miliknya OM Firman, mungkin saat itu diubah ke mode channel supaya memudah operasional bagi yg kurang paham frequency dll. Kemudian, saya lakukan pengembalian ke mode frequency dengan bantuan manual. Sayang saya saat itu tidak catat langkah-langkahnya, namun semuanya dijelaskan di manual. Copy manual dah saya kirim ke OM via email, semoga membantu, tks.
Regards, Cholis Safrudin YD1CHS. Cara Setting memori Suicom CT 08 / FIRTSCOM FC 08 1. MENU+ON dilayar muncul SELF kemudian ENTER 2. Dilayar Muncul CH-1 artinya Memori 1 yg di set kemudian ENTER saja 3. Dilayar muncul tanda kalau belum di set/ hasil reset atau 151.525 setting pabrikan atau tulis frekwensi yg diinginkan, tuk duplex ini adalah receive ENTER 4. Dilayar muncul OFFSET ( tuk yg pake Tone, DCS, CTCSS setting sendiri bila posisi OFF pijit dahulu tanda. di kiri bawah.
Putar dgn rotary kemudian ENTER 5. Dilayar muncul tanda spt langkah 3 tuk yg duplex ini adalah frekwensi transmit kemudian ENTER 6. Dilayar muncul spt langkah 4 ( untuk yg Simplex frekwensi harus sama dgn yg dilangkah 3 ) 7. Yang lainnya di ENTER saja kecuali untuk POW pilih H=High / L=Low ENTER lagi hingga muncul CH-2 dst untuk setting memori lainnya kalo sdh di OFF saja dan pada saat di ON maka sudah tersetting semua memori yg baru. Untuk yg FIRSTCOM FC 08 hampir mirip hanya untuk langkah pertamanya TEKAN EXIT + ON. Selamat mencoba makasih OM CHOLIS.
Dear, om YD1CHS. Saya punya HT Suicom SH-135 (ADA 5 BUAH dan semuanya NO PRO). Pernah sekali punya layar kosong dan muncul NO PRO. Saya reset dengn perintah MONI + MENU dan saya masukkan pasword 5858 (kl g salah) dan berhasil serta beroperasi semula tapi beberapA hari dipakai HT kembali NO PRO dan saya udah kembali reset tapi tidak mau, bagaimana kembali saya bisa normalkan (kembalikan semula) karena kami memerlukan HT tersebut untuk kegiatan bencana dan kegiatan MEDIS???
Mohon pencerahannya??? Trims banyak sebelumnya. Pernah dimuat sebelumnya om: SH-135 bila mengalami NO PRO ( ERROR ) Langkah-langkahnya sbb: Read dg software Write dg freq 400.000 1.
Nyalakan pesawat sambil pijit Menu 2. Reset type: 400000 3. Matikan pesawat 4. Nyalakan pesawat sambil pijit Moni + Menu ( Moni+Menu+ON ) 2.
Dilayar akan uncul tampilan SELF 3. Pijit 5858 ( Di layar tidak terlihat ) 4.Tampilan dilayar akan muncul 400.040 5. Pijit lagi 136174 kemudian ENTER 6. Matikan pesawatnya. ON kan kembali pesawat untuk mengecek kalau2 masih NO PRO, kalau tidak muncul berarti sudah kembali ke Frekwensi VHF.
Kalau PUXING 777 pijitnya: 5588 bukan 5858 Thx. Selamat siang om. Saya mau tanya nihh dengan radio icom ic 2200 saya. Kenapa setiap saya monitor radio, di sinyal indikator selalu mendapat sinyal penuh ya (60db) padahal harusnya sinyal kecil harusnya dibawah itu.
Saya tanyakan ternyata kata servisan harus diganti eeprom 24c64. Apakah benar yang menjadi masalah eeprom saya, atau om-om punya pengalaman lain barangkali pernah menemukan masalah seperti ini saya minta pencerahan. Apabila memang benar eeprom 24c64,dimanakah saya bisa membelinya. Terimakasih om yd1chs. Nb:bisa kirim ke email saya saja.
MALEM OM, Suicom yang NO PRO epprom 24c32 diganti dengan 24c64 ternyata bisa juga, yang penting setelah reset full ikuti petunjuknya seperti yg biasa digunakan bila mengalami NO PRO: 1. Download youtube firefox mp3. Nyalakan pesawat sambil pijit Moni + Menu ( Moni+Menu+ON ) 2. Dilayar akan uncul tampilan SELF 3. Pijit 5858 ( Di layar tidak terlihat ) 4.Tampilan dilayar akan muncul 400.040 5.
Pijit lagi 136174 kemudian ENTER 6. Matikan pesawatnya. ON kan kembali pesawat untuk mengecek kalau2 masih NO PRO, kalau tidak muncul berarti sudah kembali ke Frekwensi VHF. Demikian mudah2an bisa membantu yang lain, soalnya nyari2 24c32 di bandung susah banget.!!!